Cilegon – Beritapolri.com || Respons cepat ditunjukkan Kapolres Cilegon AKBP Andika Adi Pradana, S.I.K., M.M., dalam penanganan insiden kebakaran kapal penumpang KMP Batu Mandi di perairan Selat Sunda, tepatnya sekitar 700 meter dari Dermaga 6 Pelabuhan ASDP Merak, Kota Cilegon, Selasa (20/10/2026).
Kapolres turun langsung ke Dermaga 6 untuk meninjau kondisi penumpang yang berhasil dievakuasi sekaligus memastikan mereka mendapatkan pertolongan dan pelayanan yang dibutuhkan.
Kebakaran terjadi saat KMP Batu Mandi dalam perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju Pelabuhan ASDP Merak. Berdasarkan laporan awal, sekitar pukul 16.35 WIB muncul asap dari ruang mesin kapal yang kemudian menimbulkan api ketika kapal berada di perairan Selat Sunda.
Berdasarkan data manifes, kapal tersebut mengangkut 420 orang, terdiri atas 393 penumpang di dalam kendaraan dan 27 penumpang pejalan kaki, serta membawa 89 unit kendaraan. Proses pemadaman dan evakuasi dilakukan oleh sejumlah unsur terkait, melibatkan empat kapal tugboat serta kapal dari Ditpolairud, Lanal, ASDP, KSOP, Basarnas, dan nelayan.
Para penumpang yang berhasil dievakuasi ditempatkan di ruang tunggu Dermaga 6 PT ASDP Merak untuk mendapatkan pertolongan awal dan pendataan ulang. Penanganan medis dilakukan oleh tim kesehatan gabungan dari ASDP Merak, Kantor Kesehatan Merak, Dokkes Polres Cilegon, Kesehatan Lanal, Puskesmas Pulomerak, serta tim medis Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM).
Selain memastikan penanganan penumpang, Polres Cilegon juga memberikan pelayanan kepada masyarakat yang kehilangan surat-surat berharga akibat insiden tersebut. Pelayanan berupa penerbitan surat keterangan kehilangan difasilitasi bagi penumpang yang kehilangan dokumen penting, seperti SIM, KTP, paspor, dan dokumen lainnya yang berada di dalam kapal.
Pelayanan ini merupakan bentuk kepedulian Polri untuk membantu masyarakat mengurus kembali dokumen penting yang hilang, sekaligus meringankan beban penumpang yang terdampak insiden kebakaran tersebut.
Kapolres Cilegon tiba di Dermaga 6 sekitar pukul 17.15 WIB untuk memantau proses penanganan dan memastikan penumpang yang membutuhkan pertolongan mendapat perhatian dari petugas. Kehadiran kepolisian di lokasi menjadi bagian dari upaya mendukung koordinasi lintas instansi dalam penanganan insiden tersebut.
Dalam situasi darurat seperti ini, keselamatan penumpang dan pemenuhan kebutuhan mereka menjadi prioritas. Polres Cilegon bersama unsur terkait terus mendukung proses evakuasi, penanganan medis, pendataan, serta pelayanan administrasi bagi masyarakat terdampak.
Melalui langkah tersebut, Polres Cilegon berkomitmen untuk terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, termasuk membantu penumpang dalam mengatasi kendala administrasi setelah mengalami keadaan darurat.
DT

