![]() |
| Korsabhara Baharkam Polri Bedah Aturan Hukum dan Tahapan Risk Assessment Pengamanan Sepak Bola |
TANGERANG – Beritapolri com || Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri mengambil langkah strategis dalam mengawal kesiapan kompetisi sepak bola Championship 2026/2027. Melalui Subdit Audit Sispamobvitnas, Polri memberikan pembekalan mendalam mengenai Risk Assessment (penilaian risiko) pengamanan pertandingan dalam agenda Club Match Organizing Committee Workshop yang digelar di Vega Hotel Gading Serpong, Tangerang, Selasa (11/8/2026).
Hadir sebagai narasumber utama, Kasubdit Audit Sispamobvitnas Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Kombes Pol. Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H., membedah regulasi dan teknis pengamanan dalam dua sesi komprehensif. Sesi pertama ditujukan khusus bagi para Security Officer, sementara sesi kedua menyasar para Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Kompetisi Sepak Bola Indonesia.
Dalam pemaparannya, Kombes Pol. Hamam Wahyudi menekankan bahwa penilaian risiko pengamanan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus dilakukan secara sinergis dan kolaboratif antara jajaran Pamobvit Polri dan pihak pengelola atau panitia pelaksana.
"Penilaian risiko yang matang wajib mempertimbangkan kondisi sosial di lapangan, karakter sosiologis para suporter, pemetaan potensi gangguan, hingga kalkulasi mendalam terkait kemungkinan dan dampak risiko yang dapat terjadi selama pertandingan berlangsung," ujar Kombes Pol. Hamam Wahyudi di Tangerang.
Workshop ini juga menjadi wadah penguatan regulasi di mana para peserta dibekali pemahaman ketat mengenai ketentuan hukum yang berlaku dalam penyelenggaraan event olahraga nasional maupun internasional. Materi yang diulas mencakup implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 10 Tahun 2022, serta sinkronisasi dengan aturan statuta FIFA dan PSSI.
Selain aspek hukum, para Ketua Panpel dan Security Officer juga diberikan pemahaman berbasis koridor operasional pra-pertandingan. Tahapan krusial pra-event dijabarkan secara runut, mulai dari mekanisme surat pemberitahuan, pelaksanaan Rapat Koordinasi Pengamanan (Rakor Pam), proses Risk Assessment (RA), prosedur perizinan, pengajuan bantuan pengamanan, hingga penilaian akhir kesiapan pengamanan di stadion.
Kegiatan workshop ini turut dihadiri oleh Ipda Taruli Napitupulu, S.H., beserta seluruh perwakilan Panpel dan Security Officer klub sepak bola Indonesia. Melalui pembekalan intensif ini, Baharkam Polri berharap kompetisi Championship musim 2026/2027 dapat bergulir dengan standar keamanan yang tinggi, aman, tertib, dan humanis serta kenyamanan maksimal bagi para pencinta sepak bola tanah air.
RED
