Bahaya Mengintai di Alun-Alun Rangkasbitung: Tralis Drainase Rusak Picu Banyak Pengunjung Terperosok

Bahaya Mengintai di Alun-Alun Rangkasbitung: Tralis Drainase Rusak Picu Banyak Pengunjung Terperosok
Bahaya Mengintai di Alun-Alun Rangkasbitung: Tralis Drainase Rusak Picu Banyak Pengunjung Terperosok
LEBAK – Beritapolri.com || Di balik kemegahan Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten yang baru saja selesai direhabilitasi, ternyata menyimpan ancaman bahaya bagi masyarakat yang datang berkunjung. Setiap hari, dilaporkan selalu ada pengunjung yang terperosok hingga mengalami luka-luka pada bagian kaki akibat rusaknya fasilitas di area tersebut.

Keluhan ini salah satunya diungkapkan oleh Ardi, seorang pengunjung asal Serang, Banten, yang sengaja datang bersama keluarganya untuk menikmati suasana Alun-Alun Rangkasbitung. Menurut Ardi, terdapat satu titik rawan tepat di sebelah tribun utama alun-alun yang sangat membahayakan keselamatan warga. Di lokasi tersebut, besi teralis saluran drainase air tampak terbuka lebar dan rusak. Mirisnya, titik tersebut merupakan akses utama yang paling banyak dilalui pengunjung untuk masuk ke area lapangan.

Ardi sendiri mengaku menjadi korban dari kelalaian perawatan fasilitas umum ini. Kaki kirinya sempat terperosok ke dalam celah teralis besi yang menganga tersebut.

"Kaki sebelah kiri saya mengalami luka lecet dan terkilir karena terperosok teralis saluran drainase alun-alun ini," ujar Ardi saat memberikan keterangan pada Minggu, 12 Juli 2026.

Ia pun sangat menyayangkan kondisi tersebut, mengingat proyek rehabilitasi alun-alun ini kabarnya baru saja rampung dengan menelan anggaran yang cukup besar. Ardi berharap pihak pengelola Alun-Alun Rangkasbitung bisa bergerak cepat melakukan perbaikan sebelum jatuh korban berikutnya. "Infonya alun-alun ini baru selesai dengan nilai besar, tapi kenapa ada teralis rusak dibiarkan? Mudah-mudahan segera diperbaiki pengelola karena sangat berbahaya," pungkasnya.

Senada dengan Ardi, pengunjung lainnya bernama Topik turut menyuarakan keprihatinannya. Ia menduga rusaknya teralis drainase di lokasi strategis tersebut terjadi akibat lemahnya pengawasan saat tahap penyelesaian (finishing) proyek pengerjaan.

"Itu terjadi diduga karena lengahnya pengawasan. Pihak pengelola harus segera melakukan perbaikan agar tidak ada lagi pengunjung yang terperosok dan terluka," tegas Topik.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat dan para pengunjung mendesak instansi terkait serta pengelola Alun-Alun Rangkasbitung untuk segera mengambil tindakan nyata demi menjamin keselamatan dan kenyamanan publik di ruang terbuka hijau tersebut.

FIK