BEKASI –Beritapolri.com Langkah solutif dan humanis diambil oleh Kepolisian Resor Metro Bekasi dalam menyikapi fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang menimpa para pekerja di wilayah Bekasi. Melalui diskusi hangat bersama Aliansi Buruh Bekasi Melawan (BBM), Kapolres Metro Bekasi Kombes. Pol. Sumarni melemparkan gagasan segar: menyulap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi jaring pengaman ekonomi berbasis ketahanan pangan.
Pertemuan strategis yang berlangsung di Mapolres Metro Bekasi pada Selasa, 19 Mei 2026 ini fokus membahas kolaborasi konkret antara kepolisian dan elemen buruh.
Solusi Konkret Pasca-PHK: Dari Bibit hingga Pasar
Dalam pemaparannya, Kombes. Pol. Sumarni menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan sosial sesaat, melainkan ekosistem berkelanjutan. Mantan pekerja yang menjadi korban PHK akan diprioritaskan untuk mengelola budidaya ikan mandiri, seperti Lele atau Nila.
"Kami dari Polres siap membantu menyediakan kebutuhan bibit ikan. Untuk hasilnya, jangan khawatir, karena bisa ditampung langsung oleh SPPG POLRI maupun dijual ke pihak lain. Ini adalah bentuk nyata kolaborasi ketahanan pangan," ujar Kombes. Pol. Sumarni.
Sebagai proyek percontohan (pilot project), Kapolres membagikan sukses survei di Kecamatan Sukakarya. Di sana, dengan modal awal sekitar Rp20 juta, mampu menampung kapasitas hingga 7.000 ekor bibit ikan. Model sukses inilah yang ingin direplikasi bersama para buruh, dengan memanfaatkan lahan-lahan strategis seperti Omah Buruh atau Saung Buruh.
Sambut Baik, Aliansi BBM Siapkan 10 Kolam Uji Coba
Gagasan ini disambut hangat oleh Koordinator Aliansi BBM, Bung Sarino, S.H., M.H. Pihak buruh menilai langkah ini sangat relevan dengan kebutuhan anggotanya yang terdampak efisiensi industri.
Bahkan, Aliansi BBM langsung tancap gas dengan mengusulkan skema pembagian kolam yang berkolaborasi dengan masing-masing federasi buruh. Sebagai langkah awal, direncanakan akan dibangun 10 kolam uji coba dengan spesifikasi diameter 8 meter.
Meski demikian, Sarino memberikan catatan penting terkait diversifikasi pangan dan legalitas lahan.
"Kami menyambut baik. Ke depan, harapannya tidak hanya ikan, tapi bisa merambah ke sektor lain seperti telur, daging, atau sayuran. Terkait pemanfaatan lahan di Omah Buruh, tentu kita harus urus perizinannya ke pemerintah daerah," ungkap Sarino.
Langkah Taktis Menuju Eksekusi
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bulat (kesimpulan) untuk segera mengeksekusi program. Berikut adalah poin-poin taktis yang akan segera dilakukan dalam waktu dekat:
- Penyusunan Draft Izin: Aliansi BBM akan menyusun draft perizinan lahan Omah Buruh/Saung Buruh yang nantinya akan dikawal dan ditindaklanjuti oleh Polres Metro Bekasi.
- Grup Koordinasi Khusus: Pembentukan Group WhatsApp Ketahanan Pangan antara Aliansi Buruh dan Polres Metro Bekasi untuk mempermudah komunikasi teknis.
- Penyuluhan Sebelum Mulai: Sebelum bibit Ikan Nila pertama ditebar di 10 kolam uji coba, para buruh pengelola akan dibekali terlebih dahulu dengan penyuluhan dan pelatihan budidaya agar hasilnya maksimal.
Kolaborasi ini menjadi angin segar sekaligus bukti bahwa sinergi antara aparat penegak hukum dan kelompok buruh mampu melahirkan solusi ekonomi yang kreatif, mandiri, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat bawah.
Aloy
