Wajah Baru Keamanan Wisata Dunia: Bali Tourism Police Station Resmi Beroperasi dengan Teknologi Face Recognition

Wajah Baru Keamanan Wisata Dunia: Bali Tourism Police Station Resmi Beroperasi dengan Teknologi Face Recognition
Wajah Baru Keamanan Wisata Dunia: Bali Tourism Police Station Resmi Beroperasi dengan Teknologi Face Recognition
BALI – Beritapolri.com || Polda Bali mencatatkan sejarah baru dalam dunia pengamanan pariwisata global. Hari ini, Jumat (6/2), Bali Tourism Police Station resmi dioperasikan sebagai pusat komando (Mako) Polisi Pariwisata yang mutakhir sekaligus menjadi pilot project sistem pengamanan pariwisata di Indonesia.

Acara peresmian yang berlangsung megah ini dihadiri langsung oleh Kakorsabhara Baharkam Polri, Irjen Pol. Drs. M.H. Ritonga, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, serta jajaran pemangku kepentingan (stakeholders) pariwisata Bali.
Teknologi Canggih untuk Keamanan Wisatawan
Salah satu sorotan utama adalah integrasi teknologi Face Recognition (pengenalan wajah) yang tertanam pada sistem CCTV dan bodycam personel di lapangan. Dalam simulasi yang dilakukan pukul 11.50 WITA, sistem ini terbukti mampu mengidentifikasi wajah seseorang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) secara real-time.

Kakorsabhara Baharkam Polri, Irjen Pol. Drs. M.H. Ritonga, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas inovasi ini. Beliau menegaskan bahwa Bali adalah jendela dunia bagi Indonesia, sehingga keamanannya harus berbasis teknologi terkini.

"Kehadiran Bali Tourism Police Station ini adalah manifestasi dari transformasi Polri yang lebih modern dan adaptif. Kita tidak hanya mengandalkan keberadaan fisik personel, tetapi memperkuatnya dengan sistem digital. Dengan teknologi Face Recognition, kita bisa memitigasi risiko keamanan secara lebih presisi tanpa mengganggu kenyamanan wisatawan yang sedang menikmati liburannya," tegas Irjen Pol. M.H. Ritonga.
Beliau juga menambahkan bahwa fasilitas ini akan menjadi standar baru bagi destinasi wisata prioritas lainnya di Indonesia.

"Ini bukan sekadar gedung, tapi pusat kendali strategis. Saya berharap model pengamanan seperti di Bali ini bisa segera kita duplikasi di wilayah wisata lain untuk memastikan wisatawan merasa aman di setiap jengkal tanah air," imbuhnya.

Persenjataan dan Mobilitas Modern
Selain sistem digital, jajaran pimpinan Polri juga meninjau berbagai perlengkapan patroli terbaru milik Subdit Wisata Ditpamobvit Polda Bali, di antaranya:

Senjata Listrik (Pelontar Elektrik Gun): Alat pelumpuh non-mematikan untuk keamanan taktis yang humanis.
Bodycam & CCTV Portabel: Terintegrasi langsung ke pusat kendali pusat untuk transparansi tugas lapangan.
Segway & Kendaraan Mobile Monitoring: Menunjang mobilitas tinggi di area pedestrian dan objek wisata padat.

Dukungan Penuh Industri Pariwisata
Peresmian ditandai dengan prosesi pengguntingan pita oleh Kakorsabhara Baharkam Polri bersama Kapolda Bali. 

Kehadiran berbagai tokoh penting seperti Kadispar Provinsi Bali, Direktur Poltekpar Bali, Kakanwil Imigrasi, serta pimpinan asosiasi (PHRI, GIPI, ASITA, dan Bali Tourism Board) menegaskan dukungan penuh industri terhadap penguatan keamanan di Pulau Dewata.
Acara yang dimulai sejak pukul 10.35 WITA ini juga dimeriahkan dengan Tari Tradisional Bali dan pemutaran video selayang pandang mengenai dedikasi Subdit Wisata Ditpamobvit Polda Bali dalam menjaga marwah pariwisata Bali.

Dengan beroperasinya Bali Tourism Police Station, Polri berkomitmen untuk terus menghadirkan rasa aman melalui pendekatan yang humanis, cepat, dan diperkuat oleh teknologi paling mutakhir di era digital.

RED